1.Sebutkan Ciri-ciri khusus yang ada dalam sturktur organisasi proyek !
Apabila tujuan proyek sudah selesai, maka organisasi akan bubar dan bawahan akan kembali pada masing-masing bagiannya, jadi organisasi ini sifatnya hanya sementara dalam menyelesaikan suatu proyek.
2.Sebutkan cirri-ciri khusus yang ada dalam stuktur organisasi matriks !
Dalam organisasi matriks terjadi adanya kontak koordinasi antara bagian yang ada dalam organisasi secara langsung. Dimana disini menggunakan pendekatan structural dan fungsional secara bersama-sama.
3.Sebutkan cirri-ciri khusus yang ada dalam stuktur organisasi garis dan staf !
Cirinya hampir sama dalam organinsasi garis hnya ada tambahan staf yang memberikan nasehat an perimbangan-pertimbangan kapada pimpinan, bila pimpinan menghadapi suatu masalah yang khusus dan tidak dapat memecahkan secara sendirian, dan juga karena adanya keterbatasan waktu yang dimilki oleh pimpinan.
1.Sebutkan ciri-ciri khusus yang ada dalam struktur organisasi?
Dalam organisasi garis dimana satu orang bawahan hanya emiliki satu orang atasan,jadi dia menerima perintah dari satu orang saja dan mempertanggung jawabkan atas hasil pekerjaanya juga pada oran yang mendelegasikan.
2.Faktor-faktor apa yang mempengaruhi rentang manajemen ?
3.Dalam menyusun organisasi harus selalu memperhatikan rentang manajemen (span of control). Mengapa jumlah bawahan harus dibatasi ?
Bahwa rentang manajemen menunjukan jumlah bawahan langsung yang dapat diawasi secara efektif dan efisien oleh seorang pemimpin. Apabila jumlah bawahan tidak dibatasi jumlahnya tentunya akan menimbulkan kesulitan bagi organisasi itu sendiri. Kelemahan bawahan yang luas akan menimbulakan :
1.Alasan utama organisasi menggunakan rentang manajemen menyempit yaitu ?
Alasan utama organisasi menggunakan rentang manajemen menyempit yaitu bahwa pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi kecil, sebab bilang menggunakan rentang manajemen yang melebar manejer tidak dapat menjalankan fungsinya dengan efektif dan mencurahkan perhatiaanya pada bawahan secara perseorngan.
2.Sebutkan ciri-ciri khusus yang ada dalam stuktur organisasi fungsional !
Disini bawahan dapat menerima perintah dari banyak atasan yang mempunyai hubungan secara fungsional. Dapat diambil contoh seorang montir motor dapat menerima perintah dari bagian mana saja yang memerlukan service motornya, baik itu bagian pemasaran, bagian produksi, bagian pembelian, dan lain sebagainya.
3.Apa alasan organisasi menggunakan rentang manajemen yang melebar ?
Alasan utama organisasi menggunakan rentang manajemen yang melebar adalah tingkat hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas kebawah, lebih banyak jumlah tingkatan yang harus dilalui informasi lebih besar kemungkinan penyimpangan, juga akan menambah biaya pengawasan. Rentang pengawasan manajemen yang melebar berarti penggunaan sumber daya manager secara efisien.
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
MENGAMATI PERUSAHAAN
PT HEXATHAMA JATIWISESA
a) Direksi
Memimpin, mengkordinir, mengawasi tugas bagian-bagian dan sub-sub bagian dibawahnya agar perusahaan dapat berjalan dengan baik.
b) Bagian SDM
Melaksanakan segala kegiatan kepegawaian di lingkungan perusahaan, diantaranya masalah absensi pegawai, menghitung insentif/bonus berdasarkan prestasi kerja pegawai, penggajian dan tunjangan transportasi dan uang makan.
c) Bagian Teknik
Melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan masalah teknik dilingkungan perusahaan, diantaranya perawatan dan penyediaan peralatan dan segala sesuatunya yang dibutuhkan dalam proses perbaikan, melakukan perbaikan lanngsung kepelanggan, staf yang melakukan pengerjaan ini dilakukan oleh para teknisi.
d) Bagian Administrasi
Melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan masalah administrasi dilingkungan perusahaan, diantranya penerimaan permintaan perbaikan ke lokasi pelanggan yang dilakukan oleh receptionist, dokumentasi seluruh file dalam proses perbaikan, pengajuan suku cadang ke PT NATIONAL PANASONIC GOBEL, mengupdate data dan pembuatan laporan yang keseluruhannya dilakukan oleh administrator.
e) Bagian Akuntansi dan Keuangan
Melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan masalah akuntansi dan keungan dilingkungan perusahaan, diantaranya penagihan biaya dari seluruh kegiatan yang dilakukan dalam proses perbaikan ke pihak PT NATIONAL PANASONIC GOBEL dan melakukan urusan perpajakan.
Diposkan oleh Riwayat Attubani on 25 Maret 2009
Definisi lain menyatakan bahwa perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang dengan bagaimana seharusnya yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program,dan alokasi sumber.[3]
Perencanaan mempunyai makna yang komplek, perencanaan didefinisikan dalam berbagai bentuk tergantung dari sudut pandang, latar belakang yang mempengaruhinya dalam mendefinisikan pengertian perencanaan. Di antara definisi tersebut adalah sebagai berikut: Menurut prajudi Atmusudirjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan bagaimana. Bintoro Tjokroamidjojo menyatakan bahwa perencanaan dalam arti luas adalah proses memprsiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Muhammad Fakri menyatakan bahwa perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan.[4] Dari kutipan tersebut dapat dianalisis bahwa dalam menyusun perencanaan perlu memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan masa depan, adanya kegiatan, proses yang sistematis, hasil dan tujuan tertentu.
Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna.[5] Dari pendapat Kaufman tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu yang menjadi keperluan dalam sebuah system untuk mendukung tercapainya tujuan. Tidak itu saja selain mendukung tercapainya tujuan suatu system maupun lembaga perencanaan yang dipersiapkan hendaknya bermanfaat secara aplikasi, dan lebih penting adalah dikerjakan dan disusun berdasarkan kepatutan serta tidak melanggar norma yang berlaku. Menurut Kaufman dalam perencanaan mengandung elemen-elemen sebagai berikut, pertama mengindentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan. Kedua, menentukan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas. Ketiga, memperinci spesifikasi hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang dipioritaskan. Keempat, mengidentifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap alternatif. Kelima, mengidentifikasi strategi alternative yang memungkinkan, termasuk di dalamnya peralatan untuk melengkapi tiap persyaratan untuk mencapai kebutuhan, untung rugi berbagai latar dan strategi yang digunakan.[6]
Uraian tersebut, memperjelas bahwa perencanaan berkaitan dengan pemilihan dan penentuan kebijakan tertentu. Harjanto memberi komentar terhadap pendapat Kaufman bahwa perencanaan merupakan proses untuk menentukan kemana harus melangkah dan mengidentifikasi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dengan cara efektif dan efesien. Harjanto menyatakan bahwa perencanaan mengandung enam pokok pikiran yaitu, pertama perencaaan melibatkan proses penentapan keadaan masa depan yang diinginkan. Kedua, keadaan masa depan yang diinginkan dibandingkan dengan kenyataan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya. Ketiga, untuk menutup kesenjangan perlu dilakukan usaha-usaha. Keempat, uasaha untuk menutup kesenjangan tersebut dapat dilakukan derngan berbagai usaha dan alternative. Kelima, perlu pemilihan alternative yang baik, dalam hal ini mencakup efektifitas dan efesiensi. Keenam, alternative yang sudah dipilih hendaknya diperinci sehingga dapat menajdi petunjuk dan pedoman dalam pengambilan kebijakan.[7]
Beeby C.E sebagaimanan dikutip oleh Asnawir menyatakan bahwa perencanaan pendidikan adalah penerapan ramalan dalam menentukan kebijaksanaan, prioritas, ekonomi dan politik, potensi system untuk berkembang, kepentingan Negara dan pelayanan masyarakat yang mencakup dalam system tersebut.[8]
Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan aplikasi dari pemikiran yang tersusun untuk mencapai keinginan bersama. Dengan demikian perencanaan yang di susun merupakan konsep yang aplikatif dan oprasional. Dapat juga merupakan aktifitas untuk mengambil keputusan. Hal senada juga dikatakan oleh George R. Terry bahwa perencanaan merupakan aktifitas pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan, di mana, kapan dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang akan melakukan, sehingga tercapainya tujuan yang dinginkan.[9]
Dengan demikian perencanaan adalah usaha untuk menggali siapa yang bertangungjawab terhadap berbagai aktifitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Aktifitas tersebutkan tergambar dalam sebuah perencanaan yang matang dan komprehensif. Hal ini dapat dipahami dari pendapat George R. Terry tersebut. Di sisi lain, perencanaan dapat dikatrakan sebagai usaha mencari penangggungjawab terhadap berbagai rumusan kebijakan untuk dilaksanakan bersama sesuai dengan bidang masing-masing.
Asnawir menyatakan perencanaan adalah kegiatan yang harus dilakukan padatingkat permulaan, dan merupakan aktifitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud dan tujuan yang ingin dicapai.[10]
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk merencanakan segala kegiatannya.” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”(Qs.Al-Hasyr:18). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa perlunya perlunya perencanaan untuk masa depan, apakah untuk diri sendiri, pemimpin keluarga, lembaga, masyarakat maupun sebagai pemimpin Negara.
Allah sebagai pencipta, Allah sebagai Perencana semua makhluk ciptaannya, Allah adalah Maha Merencanakan, Al-Bari, sifat tersebut menjadi inspirasi bagi umat islam terutama para manajer. Karena pada dasarnya manajer yang harus mempunyai banyak konsep tetang manajemen termasuk di dalamnnya perencanaan pemimpin yanb adalah yang mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Visi dan misi merupakan hasil dari perencanaan yang baik dan matang. Menurut Soejitno Irmin dalam buku Kepmimpinan Melalui Asmaul Husna menyatakan bahwa perencanaan merupakan proses kegiatan yang tertata rapi yang bertahap dan bekelanjutan.[11]
Dari kutipan tersebut dapat dicermati bahwa perencanaan adalah proses yang berkelanjutan, bertahap dan tertata rapi. Artinya perencanaan tidak bersifat mutlak, kaku tetapi ada peluang untuk perbaikan dan sisipan kebijakan baru. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersama.
Menurut Coom dalam definisi perencanaan pendidikan dibahas paling tidak tempat hal sebagai berikut: pertama tujuan, apakah yang akan dicapai dengan perencanaan itu? Kedua, status posisi system pendidikan yang ada, bagaimanakah keadaan yang ada sekarang? Ketiga, kemungkinan pilihan alternative kebijakan dan prioritas untuk mencapai tujuan. Keempat, strategi.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat dipahami bahwa ada beberapa unsure penting yang terkandung dalam perencanaan pendidikan, yaitu Pertama penggunaan analisis yang bersifat rasional dan sistematik dalam perencanaan pendidikan, termasuk di dalamnya metodologi dalam perencanaan. Kedua, proses pembangunan dan pengembangan pendidikan. Artinya adalah perencanaan pendidikan dilakukan dalam rangka perbaikan pendidikan atau reformasi pendidikan. Ketiga prinsip efektifitas dan efesien, artinya dalam perencanaan pendidikan perlu dipikirkan aspek ekonomis. Keempat kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat, regional, nasional dan internasional, artinya perencanaan lembaga pendidikan hendaknya mencakup aspek internal dan eksternal dari organisasi sistem lembaga pendidikan.[12] Dengan demikian perencanaan pendidikan sekedar untuk internal lembaga pendidikan, anak didik, lebih dari itu pertimbangan lingkungan masyarakat sebagai pengguna sekaligus penerima hsil perlu dipertimbangkan, termasuki juga kebutuhan regional, nasional dan internasional, ini artinya adalah menyusun perencanaan hendaknya bersifat universal untuk jangka pendek dan jangka panjang yang kesemuanya bermuara kepada kebutuhan dan tujuan universal.
MENURUT Manajemen johan Tambotoh
Pengertian Manajemen Pengetahuan
Posted in Knowledge Management at 5:57 pm by Johan Tambotoh
P e n d a h u l u a n
Perkembangan dewasa ini menunjukan pada makin cepatnya perubahan dalam segala bidang kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM. Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.
Pengetahuan telah menjadi sesuatu yang sangat menentukan, oleh karena itu perolehan dan pemanfaatannya perlu dikelola dengan baik dalam konteks peningkatan kinerja organisasi. Langkah ini dipandang sebagai sesuatu yang sangat strategis dalam menghadapi persaingan yang mengglobal, sehingga pengabaiannya akan merupakan suatu bencana bagi dunia bisnis, oleh karena itu diperlukan cara yang dapat mengintegrasikan pengetahuan itu dalam kerangka pengembangan SDM dalam organisasi. Dari sinilah istilah manajemen pengetahuan berkembang sebagai suatu bagian penting dan strategis dalam pengelolaan SDM pada Perusahaan/organisasi.
Pengetahuan memang merupakan milik individu, namun dapat dimanfaatkan oleh organisasi dengan tetap memberikan otonomi pengembangannya pada individu tersebut. Dalam hubungan ini belajar dan pembelajaran menjadi kata kunci dalam peningkatan kapasitas pengetahuan, oleh karenanya menjadikan individu sebagai pembelajar merupakan kondisi yang diperlukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi melalui pengintegrasiannya dengan proses organisasi. Untuk itu organisasi perlu melakukan pengembangan dirinya menjadi organisasi pembelajar, sebab hanya dalam kondisi yang demikian individu/pegawai dapat benar-benar menjadi manusia pembelajar.
Pentingnya Learning Organization telah lama menjadi konsern para akhli organisasi, terutama semenjak terbitnya buku karya Peter Senge “The Fifth Discipline” pada tahun 1990, disamping itu organisasi-organisasi baik organisasi bisnis maupun non bisnis juga telah mencoba mengembangkan konsep tersebut dalam upaya menjadikan organisasi mereka kompetitif, dan dalam konteks itulah manajemen pengetahuan menjadi amat penting, karena dengan pengelolaan yang tepat dapat menjadi suatu kekuatan kompetitif yang tangguh yang diperlukan sekali dalam perkembangan global dewasa ini. Berikut ini akan dikemukakan makna manajemen pengetahuan dengan menggunakan rujukan utama buku yang ditulis oleh Christina Evans berjudul Managing for Knowledge, HR’s Strategic Role.
Mengelola Pengetahuan
Kehidupan di jaman informasi dimana pengetahuan dipandang sebagai aset bisnis strategis memerlukan upaya pengelolaan pengetahuan agar dapat mendorong bagi perkembangan bisnis. Aset pengetahuan mencakup :
1. Pengalaman pegawai
2. Keterampilan pegawai
3. Hubungan personal
Pengetahuan telah menjadi aset bisnis utama didorong oleh perubahan-perubahan dalam bidang teknologi dan dalam bisnis global. Perubahan ini telah menjadikan orientasi manajemen SDM yang menitik beratkan pada tangible asset bergeser pada perhatian yang lebih menitik beratkan pada intangible asset. Hal ini juga berarti bahwa comparative advantage yang berbasis Sumberdaya Alam (SDA) dalam bisnis bergeser pada competitive advantage yang berbasis kualitas SDM, dan dalam konteks inilah pengetahuan menjadi aset yang sangat penting dalam pengelolaan atau manajemen SDM.
Pengetahuan, menurut Davenport merupakan perpaduan yang cair dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, dan kepakaran yang memberikan kerangka berfikir untuk menilai dan memadukan pengalaman dan informasi baru. Ini berarti bahwa pengetahuan berbeda dari informasi, informasi jadi pengetahuan bila terjadi proses-proses seperti pembandingan, konsekwensi, penghubungan, dan perbincangan. Pengetahuan dapat dibagi ke dalam empat jenis yaitu a). pengetahuan tentang sesuatu; b) pengetahuan tentang mengerjakan sesuatu,; c). pengetahuan menjadi diri sendiri; dan d). pengetahuan tentang cara bekerja dengan orang lain. Sedang tingkatan pengetahuan dapat dibagi tiga yaitu : 1) mengetahui bagaimana melaksanakan; 2). Mengetahuai bagaimana memperbaiki; dan 3). Mengetahui bagaimana mengintegrasikan.
Dengan pemahaman pengetahuan seperti itu, maka manajemen pengetahuan dapat didefinisikan sebagai berikut : “proses menterjemahkan pelajaran yang dipelajari, yang ada dalam diri/pikiran seseorang menjadi informasi yang dapat digunakan setiap orang”. Dalam konteks ini profesional SDM memandang manajemen pengetahuan sebagai menjamin penngetahuan yang diperoleh dikembangkan bersama dengan orang lain dalam organisasi. Dengan demikian, pengetahuan yang dimiliki organisasi secara penuh tersedia melalui penyediaan lingkungan yang tepat, budaya, struktur dan proses guna memotivasi dan mendorong sharing pengetahuan pada setiap tingkat dalam organisasi. Jadi thema utama dari manajemden pengetahuan adalah sebagai berikut :
Adapun tahapan perkembangan manajemen pengetahuan dalam organisasi adalah sebagai berikut :
Knowledge-managed (kerangka kerja yang terintegrasi, merealisasikan manfaat, isu-isu pada tahap sebelumnya teratasi).
Bagi organisasi yang ingin menerapkan manajemen pengetahuan dalam organisasinya perlu menyadari pertama, bahwa pengetahuan ada pada orang dan bukan pada sistem, meskipun sistem punya data dan informasi yang dapat membantu proses pengetahuan. Kedua, penciptaan pengetahuan merupakan proses sosial, tercipta melalui interaksi antara individu-individu dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Perubahan Peran SDM dari Operasional ke Strategik
Untuk menjadikan manajemen pengetahuan menjadi bagian dari organisasi, diperlukan pergeseran peran dari manajemen dengan orientasi SDM yang operasional/tradisional menjadi orientasi SDM yang strategis. Adapun perbedaan antara yang tradisional (manajemen personalia) dengan Manajemen SDM adalah sebagai berikut :
Karakteristik perang manajemen personel/tradisional
Karakteristik perang manajemen Sumberdaya Manusia (SDM)
Dalam mengimplementasi Manajemen Pengetahuan, diperlukan SDM yang tidak hanya kompeten, tapi juga dapat menunjukan dan mendemonstrasikan sikap sebagai berikut (Ulrich, 2000) :
Sumber:
http://uharsputra.wordpress.com/artikel/manajemen-pengetahuan/
Berikut ini ada beberapa file yang menjelaskan pengertian dari Manajemen Pengetahuan
Pengertian Manajemen Pengetahuan (www.ilmukomputer.com)
This is Knowledge Based Era!! Let’s learn about Knowledge Management, e-Business, Technopreneurship, and all about Internet Business!
08.05.07
P e n d a h u l u a n Perkembangan dewasa ini menunjukan pada makin cepatnya perubahan dalam segala bidang kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM. Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.
Perubahan Peran SDM dari Operasional ke StrategikUntuk menjadikan manajemen pengetahuan menjadi bagian dari organisasi, diperlukan pergeseran peran dari manajemen dengan orientasi SDM yang operasional/tradisional menjadi orientasi SDM yang strategis. Adapun perbedaan antara yang tradisional (manajemen personalia) dengan Manajemen SDM adalah sebagai berikut :
Sumberhttp://uharsputra.wordpress.com/artikel/manajemen-pengetahuan/
Berikut ini ada beberapa file yang menjelaskan pengertian dari Manajemen Peng
1. Definisi Manajemen (Stoner)
Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dengan menggunakan sumber daya organisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
2. Definisi Manajemen (Koonentz & Donnel )
3. Definisi Manajemen (Umum)
Suatu metode/teknik atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif, melalui tindakan-tindakan perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controlling) dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien
4. Management in
diambil dari berbagai sumber
Pengertian MAnajemen……..
1.Manajemen Sebagai suatu proses
Melihat bagimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu:
Dapat di lihat dari pengertian menurut:
1.Encylopedia of The Social Science ,yaitu :Suatu proses di mana suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan di awasi
2. Haiman Manajemen yaitu suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain ,mengawasi usaha-usaha yang di lakukan individu
3. George R Terry yaitu Cara pencapaian tujuan yang telah di tentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain
2.Manajemen Sebagai suatu Kolektivitas
Merupakan Suatu kumpulan dari orang –orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama …. Orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalan aktivitas manajemen disebut manajer
3.Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni
Manajemen sebagai ilmu adalah Melihat bagimana aktivitas manajemen di hubungkan dengan prinsip manajemen dan telah di organisasi menjadi suatu teori
Menurut Marry Parker Follet bahwa manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
TINGKATAN MANAJEMEN DAN MANAJER
Di lihat dari tingkatkan organisasi, manajemen di bagi dalam tiga tingkatan yaitu:
1.Manajemen Lini(Low Management)atau tingkatan pe
1.Manajemen Lini(Low Management)atau tingkatan pengedalian operasional
Manajer bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah di tetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi missal(supervisor,pengawas produksi mandor)
2.Manejemen menengah (midle Management)atau tingaktan pengendalian manajemen
Manajemen bertanggung jawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan misal:kepala divisi direktur produk )
3.Manajemen Puncak (Top Management)atau tingkatan perencanan strategis
Manajer bertanggung jawab atas pengaruh yg di timbul dari keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi (Direktur,wakil direktur)
KETERAMPILAN MANAJER
Terdapat empat keterampilan manajer pada masing2 tingkat manajer :
1.keterampilan konseptual
Keterampilan atau kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintergarasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasib
2.keterampilan kemanusiaan
Kemampuan untuk saling bekerja sama dengan memahami dan motivasi orang lain
3 Keterangan administrasi
Kemampuan yang ada hubungan dengan fungsi manajemen yang di lakukan
4.Keterampilan Teknik
Kemampuan untuk menggunakan peralatan –peralatan prosedur dan metode dari suatu bidang tertentu
Dilihat dari kegiatan yang di lakukan :
1.Manajer fungsional ,bertanggung jawab pada satu kegiatan unit organisasi (produksi,pemasaran,keuangan ,personalia ,dll)
2.Manajer umum , bertanggung jawab atas semua kegiatan unit penyusunan personalia penarikan tenaga kerja baru latihan ,dan pengembangan sampai member daya guna maksimal pada organisasi
Directing atau commanding:
Usaha memberikan bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanan tugas masing-masing bawahan untuk di laksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan
Leading :pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah di tetepkan
Coordinating :Menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjasi kekeacuan atau lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan menyatu padukan dan memyelaraskan pekerjaan bawahan
Motivating :pemberian semangat inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah di tetapkan dengan sukarela
Controling:Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah di laksanakan sesuai dengan tujuan
Reporting:penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupaun lisan
Akhirnya Imagine Pictures menunjukkan eksistensinya di dunia film Indonesia. Lewat film perdananya, Kutukan Suster Ngesot yang digarap oleh David Poernomo. Film bergenre Horor tersebut dibintangi oleh Randy Pangalila, Fanny Ghassani, Beauty Lupita, Seno Setyawan, Rustam Anwar, Celine Evangelista dan Alia Rosa.
Film ini menceritakan sebuah tragedi kecelakaan yang membawa pemandu sorak (cheerleaders) dan official tim basket, yang setelah bertanding mengalami kecelakaan dan terperosok kedalam jurang. Bis tersebut terjebak di tengah-tengah kuburan. Dalam keadaan yang terjepit, mereka memutuskan untuk keluar dari bis dan meminta bantuan ke warga, tapi ada beberapa orang yang tidak setuju dan memilih menunggu di dalam bis. Derry (Randy Paangalila) sebagai Asisten pelatih tim basket bersama beberapa orang, keluar mencari bantuan. Lalu mereka menemukan sebuah rumah sakit tua dan sudah tidak beroperasi. Di rumah sakit tersebutlah teror mencekam terjadi.
David Poernomo, sebagai komandan dalam film yang akan tayang serentak mulai 23 Juli tersebut, berharap pesan yang disampaikan dalam film, bisa diterima masyarakat. “Suatu masalah itu bisa diselesaikan bersama, jangan hanya memikirkan diri sendiri, dan segala sesuatu yang kita lakukan sekarang pasti ada timbal baliknya di masa yang akan datang,” ujar David Poernomo memaparkan pesan dalam film tersebut, dalam acara jumpa pers yang dilakukan 21 Juli 2009 di FX, Senayan, Jakarta. (eM.Yu)
Welcome to Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya!. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!